0274-451788 / 082221284555

BERITA


Teknik Budidaya Tanaman di Lahan Sempit

2015-03-10 15:48:13


Pemandangan hijau di halaman rumah tentu akan membuat penghuni rumah lebih betah dan nyaman, ditambah lagi suasana lebih sejuk karenanya. Selain menjadikan rumah lebih hijau dan tampak asri, kegiatan berkebun juga dapat menjadi pelepas stres akibat tekanan kerja.
 
Keterbatasan lahan terkadang menjadi penghalang bagi masyarakat kota untuk mencoba kegiatan ini. Namun jangan khawatir, saat ini sudah ada cara budidaya tanaman dengan memanfaatkan lahan sempit. Lahan sempit mampu ditanami berbagai macam tanaman. Sempit menjadi bukan masalah lagi. Berikut beberapa teknik budidaya yang dapat dilakukan di lahan sempit:

1. Bercocok Tanam dengan Tabulampot

Mungkin sebagian orang masih asing dengan teknik budidaya yang satu ini. Metode Tabulampot (tanaman buah dalam pot) adalah menanam tanaman buah dalam ruang yang sempit atau dengan wadah pot. Media tanam akan dimasukkan ke dalam pot sehingga perakaran tanaman hanya berada di sekitar pot. Tanaman buah dalam pot biasanya mempunyai postur kerdil karena akar tanaman tumbuh di ruang terbatas. Media tanam yang merupakan tempat tumbuhnya akar dan tempat menopang tubuh tanaman harus mampu meyimpan air dengan baik serta pasokan nutrisi bagi tanaman tercukupi.
 
Media tanam yang dapat digunakan adalah campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1. Pot tanaman dapat berupa drum bekas, plastik, pot semen, atau pot tanah liat. Namun pot yang terbuat dari tanah liat sangat cocok untuk tanaman buah dalam pot karena mempunyai pori-pori sehingga kelembaban media terjaga stabil.
 
Posisi pot diusahan terpisah dengan dasar tanah untuk memberi ruang sirkulasi udara pada media dan akar tanaman. Hal ini juga untuk mencagah agar akar tanaman tidak tembus ke dalam tanah.
 
Tanaman dalam pot seharusnya diletakkan dalam ruang terbuka dan terkena cahaya matahari. Hal ini agar proses sintesis makanan dapat berjalan dengan baik. Penyiraman harus dilakukan secara rutin, terlebih pada musim kemarau. Karena ruang tumbuh tanaman sangat terbatas, maka kita harus selalu memberikan kondisi lingkungan yang mencukupi untuk tanaman tumbuh.
 
Pemupukan sebagai perlakuan untuk memberikan unsur hara pada tanaman dilakukan secara berkala. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur satu bulan setelah pindah tanam. Untuk pemupukan selanjutnya, dapat dilakukan selang 2-3 bulan sekali sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pupuk yang dianjurkan untuk digunakan adalah pupuk organik. Pupuk organik mempunyai unsur hara lebih lengkap daripada pupuk kimia buatan pabrik.

Setelah tanaman siap berbuah, kita dapat mengatur pembungaan tanaman. Caranya dengan membuat cekaman air pada tanaman.
 
 
http://s763.photobucket.com/user/santonisandraz/media/tabulampot/IMG_0130.jpg.html

Selain dengan pot, wadah lain yang dapat digunakan adalah polybag, namun wadah yang satu ini cenderung tidak tahan lama dan mudah robek.
 
2. Bercocok Tanam secara Hidroponik
 
Hidroponik merupakan metode bercocok tanam dengan media tanam selain tanah, melainkan dengan air. Bagaimana dengan nutrisi untuk tanaman? Nutrisi yang biasa didapatkan tanaman dari tanah digantikan dengan pemberian pupuk cair ataupun hormon pertumbuhan ke tanaman langsung atau ke media air. Hidroponik sebenarnya mempunyai banyak teknik, salah satunya adalah teknik hidroponik wick.


http://ber-tanamhidroponik.blogspot.com/2014/08/cara-bertanam-hidroponik-sistem-wick.html

Metode ini dapat memanfaatkan botol bekas sebagai wadah tanaman. Pertama-tama botol dipotong menjadi  2 bagian dan dilubangi pada bagian atas leher botol untuk memasangkan sumbu dan aliran udara. Selanjutnya, sumbu dipasang pada bagian atas botol dan bagian tersebut dimasukkan ke bagian bawah botol dengan cara dibalik. Kemudian isi bagian atas botol dengan media tanam seperti sekam, pecahan batu bata, dan media lainnya agar akar dan batang tanaman tidak mudah tumbang. Terakhir, bibit tanaman yang sudah disemai dimasukkan ke dalam media tanam dan disiram dengan larutan nutrisi yang terbuat dari campuran air dan unsur hara. 
 
Tanaman yang diproduksi dan dikembangkan dengan teknik ini biasanya mempunyai kualitas lebih baik daripada tanaman yang diproduksi dengan media tanah, baik dari segi rasa maupun kandungan gizinya. Tak semua jenis tanaman dapat dikembangkan dengan cara hidroponik. Tanaman sayuran, buah, tanaman obat merupakan jenis tanaman yang dapat dikembangkan dengan sistem hidroponik.

3. Bercocok Tanam dengan Metode Vertikultur
 
Teknik ini menggunakan metode bertanam secara vertikal sehingga sangat tepat jika diterapkan pada pekarangan rumah yang sempit. Tempat bercocok tanam disusun secara vertikal sehingga susunan tanaman seperti bertingkat. Tidak banyak jenis tanaman yang dapat ditanam secara vertikultur, hanya tanaman yang mempunyai fisik pendek dan akar pendek saja yang dapat dibudidayakan dengan teknik ini. Sayuran seperti sawi, pakcoi, tomat, terong, dan selada masih dapat dikembangkan secara vertikultur. 
Selain dapat menghemat pengeluaran dapur, bercocok dengan metode ini juga dapat menjadi penghias untuk pekarangan kita. Pekarangan tampak semakin hijau dan indah, terlebih jika tanaman sudah siap untuk dipanen.
 
Vertikultur mempunyai banyak model, mulai dari vertikultur gantung, tempel, tegak, hingga bentuk rak. Biayanya pun tergolong tidak begitu mahal, karena alat dan bahan yang digunakan dapat berasal dari pipa paralon bekas, botol-botol bekas, atau peralatan lain yang tidak terpakai, yang terpenting tanaman dapat ditanam di benda tersebut.
 
 
http://www.wismakreatif.com/2014/11/contoh-media-tanam-sistem-vertikultur.html

4. Bercocok Tanam dengan Aeroponik
 
Metode aeroponik memanfaatkan udara sebagai media tanam utama sehingga akar akan terlihat menggantung di udara, tanpa menggunakan tanah. Nutrisi berasal dari air yang telah mengandung unsur hara untuk perkembangan tanaman. Aplikasi dilakukan dengan disemprotkan langsung ke akar tanaman. Akar tanaman akan menyerap nutrisi dari larutan hara dan dialirkan ke bagian tanaman yang lain seperti batang dan daun.
 
Sebenarnya, metode ini merupakan salah satu tipe metode hidroponik karena teknik ini juga menggunakan air dan tanpa memanfaatkan tanah sebagai media tanam. Metode ini dapat menghasilkan tanaman yang tumbuh lebih cepat dengan produksi tinggi.

Teknik ini tidak membutuhkan tenaga dan biaya yang cukup tinggi, cukup dengan menggunakan lembaran styrofoam atau gabus yang diberi banyak lubang. Dengan bantuan busa, bibit tanaman ditancapkan pada lubang styrofoam. Setiap lubang diisi dengan satu tanaman. Akar tanaman akan menggantung bebas di udara. Letakkan sprinkler untuk menyemprotkan air yang telah dicampur dengan unsur hara untuk memberi nutrisi pada akar. Pastikan sprinkler ini berjalan terus-menerus agar tanaman tetap mendapat nutrisi yang cukup.
 
Sayuran yang diproduksi dengan cara aeroponik terbukti mempunyai kualitas lebih baik, lebih segar, dan mempunyai aroma lebih khas. Tanaman yang dapat dikembangkan dengan sistem ini adalah caisim, pakcoy, selada, kangkung, dan tanaman pendek lainnya.

002 aerponics system diagram

 
 
Sumber: https://blog.tokopedia.com/2014/09/4-cara-mudah-bercocok-tanam-di-lahan-sempit/



<< kembali ke indeks berita